Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Menengkari Konfercab bagian 2 : Kemungkinan, kepastian, kebebasan dan kemapanan

  Menengkari Konfercab bagian 2 : Kemungkinan, Kepastian, Kebebasan dan Kemapanann Oleh : Suriadi Ketua 1 PKC PMII Kalimantan Utara Gembul menimpali cerita umar, yang terkesan sombong pengetahuan. Aku tak senang juga dengan cara-cara mendakwa dan menghakimi seperti itu. Namun mar, caramu ini seperti menunjukkan keangkuhan intelektual. Kau seolah merasa mantap dengan pikiranmu. Dengan pengeklusifan itu, terjadi penghinaan kepada kader-kader yang diam-diam dianggap bodoh, dungu, terbelakang dan tolol. Bukan begitu mbul, ucap unyil “Tapi...” Belum sempat unyil berkata, umar langsung memotongnya. Mbul, di organisasi ini berwujud kelompok-kelompok. Kader-kader yang bersekolah dikalangan modern nan elit disebarluaskan dalam lingkar ketegori kaum terpelajar, sebagai kader patuh dan taat yang mesti diperjuangkan, justru kita inilah yang dianggap terbelakang, dieksklusifkan seperti yang kau sebut tadi – bodoh, tolol, terbelakang, dungu - atau semacam bahaya bagi mereka. Kau boleh...

Unyil dan Gembul : “Menengkari Konfercab PMII Nunukan”

  Unyil dan Gembul : “Menengkari Konfercab PMII Nunukan” Oleh : Suriadi [Bag I] Cerita tiga Kader Unyil baru saja pulang dari gunung petapaan. Rutinitas yang bertahun ia lakukan; naik, mendaki, menggotong tas salempang dari karung goni, bekas wadah bawang yang ia pungut di pasar rakyat. Sebagian orang menganggap gunung itu laiknya perempuan muda dan cantik yang memang disediakan Tuhan untuk menemani unyil. Padahal yang terjadi, unyil ke gunung agar terhindar dari bising dan gemuruh khotbah nabi-nabi pergerakan. Di gunung, ia berkesempatan mengunyah lembaran buku agar menubuh. Fantasi terhadapnya menampilkan sepotong demi sepotong rahasianya; sunyi jadi bermakna dan pencarian akan hakikat hidup menyebabkan seolah rutinitas itu menjadi perburuan spiritual yang indah. “Daripada berkhotbah di dasar, lebih baik berkhotbah di atas bukit” , ucapnya. Aku bukan mereka, yang suka berkhotbah di depan para pengagum dan makhluk yang setia mengikutinya. Menjadikan mereka serdadu patu...