Menengkari Konfercab bagian 2 : Kemungkinan, Kepastian, Kebebasan dan Kemapanann Oleh : Suriadi Ketua 1 PKC PMII Kalimantan Utara Gembul menimpali cerita umar, yang terkesan sombong pengetahuan. Aku tak senang juga dengan cara-cara mendakwa dan menghakimi seperti itu. Namun mar, caramu ini seperti menunjukkan keangkuhan intelektual. Kau seolah merasa mantap dengan pikiranmu. Dengan pengeklusifan itu, terjadi penghinaan kepada kader-kader yang diam-diam dianggap bodoh, dungu, terbelakang dan tolol. Bukan begitu mbul, ucap unyil “Tapi...” Belum sempat unyil berkata, umar langsung memotongnya. Mbul, di organisasi ini berwujud kelompok-kelompok. Kader-kader yang bersekolah dikalangan modern nan elit disebarluaskan dalam lingkar ketegori kaum terpelajar, sebagai kader patuh dan taat yang mesti diperjuangkan, justru kita inilah yang dianggap terbelakang, dieksklusifkan seperti yang kau sebut tadi – bodoh, tolol, terbelakang, dungu - atau semacam bahaya bagi mereka. Kau boleh...
Being human is given, but keeping our humanity is a choice https://gudanglentera.blogspot.com/