Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

KIAI KAMPUNG: DEMONSTRAN MENULIS, NEGARA MENGHAPUS

  “KIAI KAMPUNG: DEMONSTRAN MENULIS, NEGARA MENGHAPUS” "Tetap satu barisan, satu kata: lawan!" Teriak jenderal lapangan. Jamaah aksi yang akbar itu serentak menjawab: "Lawan, lawan, lawan!". Di kerumuman, terlihat juga muka unyil memerah, terpapar matahari, diperparah oleh gas air mata. Unyil, gembul dan umar; mereka berada di garis tengah di antara para pengunjuk rasa. Mereka bertiga jadi bagian besar - membesarkan gelaran demo awal September ini. Lebih besar dari 98 ?. Mungkin iya. Tragedi kali ini dapat dikatakan lebih besar dari 98, ia tidak terpusat di jantung Jakarta. Melainkan di saraf kaki-kaki wilayah yang bisa melumpuhkan tubuh satu negara. Semua bermula dari kemarahan yang seakan menemukan tubuhnya. Kemarahan yang muncul akibat dari pembiaran: di mana penderitaan sebenarnya bisa diatasi namun sengaja dibiarkan. "Mundur.... lari.... ", teriak barisan depan. Ribuan wajah-wajah muda berlarian. Pandangan gelap, nafas putus-putus, mulut...

Kiai Kampung: Unyil Bicara, Negara Tutup Telinga

  Kiai Kampung: Unyil Bicara, Negara Tutup Telinga   Sebenarnya, hari-hari akan jadi kemalasan bagi yang mempunyai alasan. Sebaliknya, hari-hari akan jadi novelty (kebaruan) bagi yang mempunyai alasan untuk menemukan. Malam itu, Rabu 20 Agustus 2025, kita juga memiliki waktu luang sepenuhnya, yang bisa saja digunakan untuk menatap lama telfon genggam: melihat foto dan video shorts. Kita dapat pula berjalan-jalan untuk sekadar menangkap suara sandal dan sepatu di alun-alun Nunukan. Dapat pula kita gunakan waktu malam itu untuk berkeliling dengan mobil dan motor yang kita punya - memotret sekeliling - sesekali memperhatikan bagaimana orang di sekitar kita menarik napasnya. Kita juga bisa menjadi sebagian perempuan - cantik - yang siap dicumbu sementara yang lain tenggelam dalam pekerjaan dapur. Lalu kita boleh menjadi lelaki-lelaki muda: menikmati perjalanan demi perjalanan dan kemudian ditukar dengan istirahat yang sejuk setiap malamnya. Atau kita memilih menjadi s...