Pasar Keramat Pacet: Pengalamanku menyaksikan Rindu dan Transaksi ingatan Pagi Minggu, 14 Desember 2025. Tepat pukul 07 pagi. Aku bersama rombongan teman asrama bertolak ke Pasar Keramat, Pacet, Mojokerto. Pasar yang sejak awal sering disebut-sebut namanya oleh teman sekamar. Pikirku, ini kesempatan untuk menyaksikan langsung, memverifikasi kebenaran cerita tentangnya. Apa benar, pasar yang terletak di lereng Pacet, Mojokerto itu, semenarik yang diceritakan. Dan, boom. Padat. Pengunjungnya dari luar pacet. Surabaya, Gresik, Malang, Tuban, sebut saja se-Jawa Timur. Hal itu tidaklah melebih-lebihkan. Karena terlihat mobil berderet panjang dengan plat berbeda-beda dan motor parkir rapi sampai ke halaman rumah-rumah warga. Kenapa bisa seramai ini pikirku ? Ada apa di dalam sana ? Ternyata, pasar keramat. Keramat bukan karena nama. Namun, keramat karena ia adalah mesin masa. Mesin waktu yang menawarkan kepulangan kita. Sejak awal, ia berbeda dengan mall yang terletak di jantung ...
Being human is given, but keeping our humanity is a choice https://gudanglentera.blogspot.com/