Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

KIAI KAMPUNG : MISKIN BUKAN TAKDIR

  KIAI KAMPUNG : MISKIN BUKAN TAKDIR Sudahlah miskin kena pajak pula. Pajaknya kemudian digunakan oleh orang kaya untuk semakin kaya, korupsi mencuri uang negara. Sebenarnya hampir ideal, pajak perusahaan, pajak orang kaya lebih mahal dari orang miskin sesuai peraturan, itu bagus. Namun faktanya, semakin besar pajak dari orang kaya semakin besar pula potensi pengelolah pajak memperkaya dirinya sendiri -korupsi, mencuri- bukan hanya dari yang kaya melainkan juga dari yang miskin. Sehingga pajak yang seharusnya dan idealnya, aturan mainnya itu sama dengan zakat -di peruntukkan bagi kemakmuran semua warga negara khususnya miskin- tidak mengarah kepada   tujuan mulia tersebut, kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Karena apa? Karena koruptor (pencuri, bajingan, bangsat-bangsat) adalah sama. Sama-sama bagian dari kapitalis nasional, yang tidak bisa hidup tanpa disiram oleh uang negara. Bedanya, mereka (koruptor, bangsat bajingan) melakukannya dengan cara mencuri. Se...