Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

KIAI KAMPUNG: MERDEKA, YA SEPERTI KENTUT ITU

  KIAI KAMPUNG: MERDEKA, YA SEPERTI KENTUT ITU   “Kemerdekaan ialah hak sebagian bangsa (orang) Oleh karena itu penjajahan di atas dunia belum terhapuskan” Kata unyil kepada gembul, yang sedari tadi sibuk mengunyah daun jambu. Gembul diare, mencret, teberak, melihat kotornya perayaan kemerdekaan kali ini; seperti kentut, lega diperut tapi berbau busuk. Daun jambu, seumum pengetahuan merupakan obat rakyat untuk mengatasi sakit-sakit seperti pantat yang tak bersahabat: mencret. Tabib rakyat sesungguhnya tak memiliki fasilitas lengkap, yang mereka tau hanyalah bekerjasama dengan alam - membangun hubungan subjek to subjek - tidak memposisikan alam sebagai objek, dapat di perkosa seenak jidat, diposisikan sebagai alat pemuas, dilacurkan untuk memenuhi nafsu manusia. Tapi hendak dikata apa lagi !. Begitulah kondisi alam hari ini, birahi manusia untuk mengeksplorasi dirinya seolah tak mengenal henti. Sebentar lagi, alam pasti akan berteriak lirih. Diperlakukan demikian ta...

KIAI KAMPUNG : PIPIS YANG MEMERDEKAKAN

  KIAI KAMPUNG : PIPIS YANG MEMERDEKAKAN Maghrib berhias senja, orens jingga menyita mata. Pada maghrib itu, dari penyaksian keindahan terhadapnya. Dalam renungnya, unyil bersaksi "Sungguh, keindahan ini hanya Tuhan hadiahkan bagi para pejalan kaki yang pulang dari sawah untuk menjemput maghribnya". Tiba di depan rumah, ia lalu disambut istri dan si kecil temon. Bahagia sekali, hayat unyil bercampur imaginasi enstein. “Boaaarrrr”. Gembul menginjak papan lantai yang jabuk hingga terkoyak. Badan gemuknya memang sering merusak. Renungan hilang, gembul merusak imaginasi itu. Padahal sedikit lagi unyil hampir tiba pada perenungan tingkatan wali: Akal unyil bertanya ‘’Ketika memandang pohon apa yang kau lihat?’’ Intuisi unyil menjawab “Ketika memandang pohon, yang kulihat bukan pohon. Melainkan keindahan daun yang hijau. Begitu juga langit, yang kulihat bukan langit. Melainkan biru yang indah. Di balik itu semua, terdapat Yang Maha Indah”. Sayangnya, sebagian manusia se...