NU di Persimpangan Algoritma Oleh: Suriadi Kita sering membicarakan kecerdasan buatan (AI) sebagai sesuatu yang “datang dari luar", teknologi yang seolah berdiri netral, dan steril dari kepentingan. Padahal, AI pada dasarnya hanyalah mesin yang bekerja dari apa yang kita berikan kepadanya, baik data, maupun pola pikir manusia yang terarsip dalam sistem algoritmiknya. AI tidak berpikir, ia mengolah. AI tidak mencipta nilai, tapi mereproduksi apa yang paling dominan tersedia. Maka persoalannya menjadi jelas, siapa yang menguasai data, dialah yang membentuk arah pengetahuan yang akan direkomendasikan AI. Dalam konteks itu, Nahdlatul Ulama (NU) sebetulnya tidak lagi diperhadapkan pada siap atau tidaknya menghadapi AI. Akan tetapi, NU diperhadapkan pada sesuatu yang lebih menukik, adalah sejauh mana NU telah hadir dan berkelindan di dalamnya. Apakah fakultas keilmuan ala NU, yang terdiri dari khazanah kitab kuning, pemikiran para muassis, dan mata rantai sanad keilmuan yang...
Being human is given, but keeping our humanity is a choice https://gudanglentera.blogspot.com/