Kita semua Religius sampai ada Peluang Oleh: Suriadi Tahun 2015, ketika status saya masih mahasiswa Strata 1 di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Gazali Bulukumba, hidup rasanya belum lengkap kalau belum begadang sembari mendialogkan Islam bergenre liberal dan kiri. Mencakapkan teori-teori yang kadang lebih rumit daripada isi dompet anak sekret. Bersama sahabat-sahabat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Al-Gazali Bulukumba, diskusi biasa digelar di sudut sekretariat, sesekali di warkop murah, atau di teras kampus yang lampunya sering redup—seolah ikut menyesuaikan nasib mahasiswa akhir bulan. Itulah kenangan manis, awal saya berta'aruf dengan wacana kiri Islam dan ide-ide Islam liberal. Dulu itu, saya kira orang-orang yang rajin mengutip ayat otomatis punya hubungan akrab dengan keadilan. Ternyata tidak juga. Ada yang begitu banyak hafal dalil tentang amanah, kenyataannya tetap saja merasa nyaman hidup dari sistem yang amburadul. Teman-teman di Lakpesdam PCNU Bulukumba k...
Being human is given, but keeping our humanity is a choice https://gudanglentera.blogspot.com/