Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Kita semua Religius sampai ada Peluang

Kita semua Religius sampai ada Peluang Oleh: Suriadi Tahun 2015, ketika status saya masih mahasiswa Strata 1 di  Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Gazali Bulukumba, hidup rasanya belum lengkap kalau belum begadang sembari mendialogkan Islam bergenre liberal dan kiri. Mencakapkan teori-teori yang kadang lebih rumit daripada isi dompet anak sekret. Bersama sahabat-sahabat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Al-Gazali Bulukumba, diskusi biasa digelar di sudut sekretariat, sesekali di warkop murah, atau di teras kampus yang lampunya sering redup—seolah ikut menyesuaikan nasib mahasiswa akhir bulan. Itulah kenangan manis, awal saya berta'aruf dengan wacana kiri Islam dan ide-ide Islam liberal. Dulu itu, saya kira orang-orang yang rajin mengutip ayat otomatis punya hubungan akrab dengan keadilan. Ternyata tidak juga. Ada yang begitu banyak hafal dalil tentang amanah, kenyataannya tetap saja merasa nyaman hidup dari sistem yang amburadul. Teman-teman di Lakpesdam PCNU Bulukumba k...

Negeri +62: Salah Sedikit, Digoreng Sampai Kering

  Negeri +62: Salah Sedikit, Digoreng Sampai Kering   Oleh: Suriadi   Negeri ini ribut lagi. Jagat media sosial hampir mencapai titik paling didih membahas lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Kalimantan Barat. Seorang peserta dianggap salah karena artikulasinya dinilai tidak jelas. Sementara, menurut banyak orang yang menonton videonya berulang-ulang sambil memakai headset volume penuh, jawaban itu sebenarnya benar. Akhirnya, publik mengamuk. MPR minta maaf. Juri dan MC dinonaktifkan. Video dipotong, disebar, diulang, dijadikan meme, dijadikan bahan roasting nasional. Tabiat yang sudah lumrah ala netizen kita. Dan seperti biasa, internet Indonesia selalu bekerja sangat total ketika menemukan satu orang yang bisa dijadikan tersangka sosial. Ada yang menguliti ekspresi wajah jurinya lalu membedah intonasinya. Ada juga yang mendadak jadi pakar fonetik nasional hanya karena pernah ikut lomba pidato 17-an waktu SD. Timeline penuh dengan orang-orang yang tampaknya ...