Mendadak gerimis yang kecil-kecil itu berubah menjadi hujan yang amat derasnya. Lihat itu, Unyil membentak Gembul. Apa matamu sudah buta? Apa hatimu telah jadi kerikil bengkak? Sejak fajar tadi, alam berbicara amat jelas. Langit yang mendung kini menangis keras. Angin yang sejak tadi menahan perasaannya akan segera berteriak lalu mengamuk. Tanah kita akan tercacah-cacah dan seluruh penduduk akan dtimpa kerundungan; Kemurungan hati yang tidak bisa mereka terjemahkan. “Gembul menyela, nanti saja mengeluh, aku juga sedang pusing”. Unyil badannya memang kecil tapi suaranya lantang. Mirip si miskin yang selalu teriak keadilan. Suaranya besar, tapi tak terdengar. Karena pendengar, hanya melihat siapa yang berteriak. Bukan apa yang diteriakkan. Teriakan itu layaknya dagang, menguntungkan apa tidak, sesuai kepentingan apa tidak. Kalau datangnya dari orang yang dapat memberikan keuntungan yah didengar. Jika tidak, yah pura-pura tuli. Dan tentu, manusia cenderung suka berpihak pada kepenti...
Being human is given, but keeping our humanity is a choice https://gudanglentera.blogspot.com/