Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

“Dialog orang kampung : Unyil dan Gembul”

Mendadak gerimis yang kecil-kecil itu berubah menjadi hujan yang amat derasnya. Lihat itu, Unyil membentak Gembul. Apa matamu sudah buta? Apa hatimu telah jadi kerikil bengkak? Sejak fajar tadi, alam berbicara amat jelas. Langit yang mendung kini menangis keras. Angin yang sejak tadi menahan perasaannya akan segera berteriak lalu mengamuk. Tanah kita akan tercacah-cacah dan seluruh penduduk akan dtimpa kerundungan; Kemurungan hati yang tidak bisa mereka terjemahkan. “Gembul menyela, nanti saja mengeluh, aku juga sedang pusing”. Unyil badannya memang kecil tapi suaranya lantang. Mirip si miskin yang selalu teriak keadilan. Suaranya besar, tapi tak terdengar. Karena pendengar, hanya melihat siapa yang berteriak. Bukan apa yang diteriakkan. Teriakan itu layaknya dagang, menguntungkan apa tidak, sesuai kepentingan apa tidak. Kalau datangnya dari orang yang dapat memberikan keuntungan yah didengar. Jika tidak, yah pura-pura tuli. Dan tentu, manusia cenderung suka berpihak pada kepenti...

"Salah, Salah, Selalu Salah"

Anda buang sampah sembarangan, masuk ke got, saluran tersumbat, turun hujan, air meluap, lalu banjir. Wartawan meliput, berita tersebar, judulnya: "Terjadi Bencana Alam, Banjir Di Kota Kita". Alam lagi-lagi kena. Manusia semakin membenar, dengan menyalahkan segala bentuk objek di luar dirinya. Sebaliknya, saya lebih sepakat ia disebut bencana kemanusiaan. Bukankah penyebabnya adalah manusia?. Dan memang, tidak semua salah alam. Separuhnya, mungkin sebagian besar, adalah salah manusia yang tak berperikemanusiaan dan perikealaman. Begitulah manusia. Selalu di hantui salah. Salahnya lagi, tidak ingin memperbaiki salah. Pantas saja, takwa dan anjuran-Nya masuk telinga kiri keluar kiri, bukan kanan lagi. Disetiap jumat nama Tuhan disebut-sebut. Usai jumat perintah Tuhan diinjak-injak. Manusia memang tak luput salah, dan manusia tak pernah kalah bertingkah salah. Bumi dia perkosa sejadi-jadinya. Melihat kerusakan, memandang kematian, menatap kepunahan, menyaksikan kebinas...